
Di dalam perusahaan yang menggunakan sarana jaringan komputer, aksesbilitas dan keamanan menjadi isu yang harus diperhatikan. Secara konsep, semakin tinggi nilai aksesbilitas dalam suatu jaringan, maka keamanan data dalam jaringan tersebut juga semakin mudah untuk ditembus. Sebagai contoh adalah perusahaan yang menggunakan Wi-Fii sebagai saluran transmisi jaringan komputer, di mana wi-fii ini akan mudah tertangkap oleh orang asing yang membawa notebook di sekitar kantor sehingga dengan kecerdasan yang dimilikinya orang asing tersebut dapat menggunakan sinyal wi-fii dari perusahaan tersebut untuk berinternet ria.
Berkaitan dengan aksesbilitas, jika administrator suatu jaringan komputer di perusahaan ingin mengutamakan keamanan jaringannya, juga akan mengurangi kenyamanan penggunanya dikarenakan aksesbilitasnya berkurang. Bayangkan saja jika kita harus mengisi password minimal 8 karakter dengan syarat karakter tersebut harus mengandung simbol, angka dan huruf. Belum lagi jika kita ingin mengakses data suatu host, kita harus mengisi password dengan syarat yang sudah disebutkan tadi. Pertanyaannya berapa password yang harus diingat untuk setiap komputer yang akan kita akses? Kesimpulan dari penjelasan di atas adalah bahwa seiring dengan nilai aksesbilitas jaringan yang menurun, kenyamanan user dalam menggunakan fasilitas jaringan itu juga dapat menurun.
Untuk mengatasi masalah ini, administrator yang mengelola jaringan harus dapat mengambil langkah-langkah kecil yang dapat menjaga kenyamanan user dalam menggunakan fasilitas jaringan komputer tanpa melalaikan keamanan jaringan komputer tersebut. Bagai mana caranya? Administrator dapat ,menggunakan cara sebagai berikut:
- Memecah local network yang luas menjadi beberapa subnet berdasarkan kepentingan pengguna. Hal ini dilakukan agar pengguna hanya dapat mengakses host yang sesuai dengan kebutuhannya saja.
- Menggunakan wired LAN daripada wireless LAN. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyusup dari uar perusahaan yang memanfaatkan kerentanan wireless akses. Perusahaan juga dapat menyediakan port kosong pada switch untuk pengguna yang memilih menggunakan divais pribadi misalnya notebook.
- Menerapkan Single Sign On (SSO) pada jaringannya, dimana setiap pengguna mempunyai password masing-masing untuk dapat mengakses network.
- Menyediakan backup server sebagai cadangan jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Read more!